Lintas3.com – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang digagas Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), khususnya pada pembukaan Program Studi Kedokteran Gizi (S1) dan Program Studi Profesi Dokter Gigi di Kota Tidore Kepulauan.
Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, saat menerima audiensi pihak Universitas Muhammadiyah Maluku Utara di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Muhammad Sinen menegaskan bahwa pengembangan SDM menjadi fokus penting Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam mendorong kemajuan daerah.
Menurutnya, berbeda dengan daerah lain yang memiliki sumber daya tambang, Tidore harus bertumpu pada peningkatan kualitas manusia.
“Kami sangat mendukung rencana Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Ini menjadi langkah awal kolaborasi untuk melahirkan generasi Tidore yang unggul di bidang kedokteran gizi maupun dokter gigi, sehingga anak-anak daerah tidak perlu lagi kuliah ke luar daerah,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran program studi tersebut dapat melahirkan lebih banyak tenaga profesional di bidang kesehatan, khususnya dokter gigi dan ahli gizi, yang nantinya ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Di Kota Tidore masih terbatas tenaga dokter gigi dan gizi. Karena itu, kita harus mendukung penuh program ini agar ke depan semakin banyak putra-putri daerah yang berprofesi di bidang tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wali Kota juga menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ranita Rope, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terhadap rencana pembukaan program studi Kedokteran Gizi dan Profesi Dokter Gigi.
“Kami sangat mengapresiasi respons positif Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Harapannya, kerja sama ini dapat melahirkan banyak tenaga dokter gigi dan ahli gizi yang sangat dibutuhkan, tidak hanya di Tidore tetapi juga di Maluku Utara,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini masih terjadi kekurangan tenaga dokter gigi dan ahli gizi di berbagai fasilitas kesehatan di Maluku Utara, sehingga pengembangan SDM melalui pendidikan menjadi langkah strategis.
“Ini merupakan audiensi yang sangat berarti, dengan respons cepat dan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kami berharap kerja sama ini berjalan lancar dan memberikan dampak besar bagi pengembangan SDM di daerah,” tandasnya.











