Lintas3.com – Lintas3.com – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia dan Timor-Leste membahas penguatan komoditas pala dan cengkeh, terutama dalam aspek konservasi sumber daya genetik, peningkatan kapasitas petani, hingga pengembangan rantai nilai pertanian.
Pembahasan tersebut berlangsung saat Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mewakili Wali Kota menerima kunjungan perwakilan FAO di ruang rapat Wali Kota Tidore Kepulauan, Selasa (22/9/2026).
Ismail mengatakan pala dan cengkeh bukan sekadar komoditas pertanian bagi masyarakat Tidore, tetapi juga memiliki kaitan dengan sejarah, budaya dan identitas daerah.
“Pala dan cengkeh adalah bagian dari sejarah, budaya, identitas, dan peradaban masyarakat Tidore,” ujar Ismail.
Menurutnya, rempah telah membawa nama Tidore melintasi batas wilayah dan menjadi bagian penting dalam sejarah perdagangan dunia. Karena itu, pemerintah daerah ingin memperkuat posisi Tidore dalam sejarah sekaligus masa depan jalur rempah.
Ismail mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu sektor unggulan dalam pembangunan daerah. Tidore Kepulauan memiliki sumber daya alam, keanekaragaman hayati, lahan pertanian, serta pengetahuan masyarakat yang menjadi modal dalam membangun sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
“Arah pembangunan pertanian ke depan harus mencakup peningkatan produktivitas, perlindungan sumber daya genetik, penguatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi, pengembangan hilirisasi, peningkatan nilai tambah, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah ingin petani tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Dalam konteks inilah kami melihat program CDCSUI memiliki arti yang sangat strategis bagi Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.
Dorong Konservasi dan Penguatan Petani
Lebih lanjut, Ismail menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terhadap pelaksanaan program CDCSUI, khususnya dalam upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetik pala dan cengkeh.
Dukungan tersebut, kata dia, akan diarahkan tidak hanya pada pelaksanaan program, tetapi juga melalui penguatan kebijakan dan penyusunan regulasi daerah yang mendukung konservasi pala dan cengkeh.
“Regulasi ini diharapkan menjadi landasan untuk menjaga ekosistem, mempertahankan varietas dan sumber daya genetik, melindungi pengetahuan lokal, memperkuat kelembagaan petani, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelas Ismail.
Ia berharap dukungan FAO dapat membantu Tidore dalam memperkuat konservasi sumber daya genetik, meningkatkan kapasitas petani, penelitian dan inovasi, pertanian berkelanjutan, serta pengembangan rantai nilai komoditas pala dan cengkeh.
Ismail juga berharap Tidore dapat menjadi bagian dari jaringan pembelajaran dan kerja sama internasional dalam pengelolaan sumber daya genetik dan pengembangan sistem pertanian berkelanjutan.
FAO Siap Dukung Tidore
Sementara itu, Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mendorong agar pala dan cengkeh memiliki nilai yang semakin penting bagi masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Tidore Kepulauan.
Menurut Rajendra, pala dan cengkeh tidak hanya merupakan komoditas pertanian, tetapi juga berkaitan dengan identitas, kebudayaan dan kehidupan masyarakat di Maluku Utara.
Karena itu, ia menilai keberadaan pala dan cengkeh perlu dijaga melalui program CDCSUI.
Rajendra menyatakan FAO siap mendukung Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam pengembangan praktik pengolahan pala dan cengkeh.
Ia mengajak pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga kelestarian pala dan cengkeh sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala BRMP Maluku Utara, GEF Technical FAO, Lead Technical Officer FAO, National Project Manager CDCSUI, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas P2KBP3A, Kepala Dinas PMD, serta Kepala Dinas Perindagkop.











