Lintas3.com – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menargetkan kembali meraih Penghargaan Adipura pada 2027. Target tersebut didorong dengan memperkuat pengelolaan sampah dan meningkatkan peran seluruh perangkat pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Kota Tidore Kepulauan sendiri telah meraih Piala Adipura sebanyak 10 kali. Delapan di antaranya diraih secara berturut-turut pada periode 2009 hingga 2016, kemudian kembali diraih pada 2018 dan terakhir melalui Penghargaan Adipura Tahun 2023.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Tidore Kepulauan dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan. Bahkan, Adipura telah menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
Hal tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Tidore Kepulauan, Rudy Ipaenin, saat membacakan sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan pada pembukaan kegiatan Ekspose Kinerja Pengelolaan Sampah Menuju Adipura.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan tersebut berlangsung di Aula Handayani, Kantor Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Kamis (27/8/2026).
Dalam sambutannya, Rudy mengatakan pembangunan Kota Tidore Kepulauan tahun 2025–2029 diarahkan untuk mewujudkan visi Tidore Kepulauan yang aman, nyaman, ramah, maju dan berkelanjutan untuk semua.
“Visi ini menempatkan pembangunan daerah sebagai upaya menghadirkan kota yang terlindungi dari berbagai risiko, layak huni, bersih, sehat, tertata, inklusif, berbudaya dan berkelanjutan. Terwujudnya visi tersebut salah satunya melalui pengelolaan sampah yang baik,” ungkapnya.
Menurut Rudy, kota yang aman dan nyaman tidak mungkin terwujud apabila persoalan sampah tidak dikelola dengan baik.
Kota yang ramah bagi semua juga harus menjadi kota yang bersih, sehat, tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Ia menilai capaian Adipura merupakan kebanggaan masyarakat Tidore sekaligus bukti bahwa daerah ini memiliki pengalaman, kemampuan dan tradisi dalam membangun kota yang bersih dan tertata.
Meski demikian, Rudy mengakui masih terdapat sejumlah wilayah dan lokasi di Kota Tidore Kepulauan yang belum mendapatkan pelayanan persampahan secara optimal.
“Namun persoalan ini tidak mungkin diselesaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup seorang diri. Karena itu, kami mengimbau kepada para camat dan lurah untuk mengambil peran yang lebih besar. Camat dan lurah harus mengetahui kondisi persampahan di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy menekankan bahwa persoalan persampahan harus menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan bagian dari upaya menjalankan amanat konstitusi.
Ia meminta kegiatan Ekspose Kinerja Pengelolaan Sampah Menuju Adipura tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pengelolaan persampahan di Kota Tidore Kepulauan.
“Karena bagi Kota Tidore Kepulauan, persoalan Adipura bukan sekadar penghargaan, tetapi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan. Karena itu, target kita pada 2027 adalah Kota Tidore Kepulauan harus kembali meraih Adipura,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tidore Kepulauan Hj. Nuraen Ismail Dukomalamo, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Dr. Azri Rasul, pimpinan OPD terkait, para camat, lurah se-Pulau Tidore, pengelola TPS3R, Bank Sampah Induk, komunitas lingkungan, serta dunia usaha.







![Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim saat foto bersama seusai penyerahan bantuan DID di Kecamatan Tidore Selatan [Foto. Ist.]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/04/1-3-300x178.jpg)



![Komoditas Lada dan kelapa [Pict. mediaperkebunan.id]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/04/Komoditas-Lada-dan-kelapa-Pict.-mediaperkebunan.id_-300x178.jpg)