Lintas3.com – Aksi demonstrasi masyarakat Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, terkait dugaan rasisme, sempat memicu ketegangan setelah massa aksi melakukan pemblokiran jalan umum pada Senin (18/5/2026).
Pemblokiran jalan tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu dan memicu kemacetan kendaraan masyarakat.
Menanggapi situasi itu, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Meski tidak memiliki kewenangan menjelaskan substansi tuntutan massa aksi, Wali Kota menegaskan dirinya berkewajiban menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
Wali Kota Tidore, Muhammad Sinen, mengatakan kehadirannya di lokasi demonstrasi dilakukan atas permintaan Kapolresta Tidore untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Saya hadir karena diminta oleh Kapolresta agar turun bersama-sama. Jadi, saya datang bukan untuk mengganggu aksi demonstrasi. Mau demo silakan, karena itu hak masyarakat. Tapi tidak boleh mengganggu aktivitas umum,” ungkap Muhammad Sinen.
Menurutnya, ketegangan yang terjadi di lapangan dipicu aksi pemblokiran jalan yang menghambat aktivitas masyarakat lainnya. Karena itu, ia meminta massa aksi membuka kembali akses jalan umum.
Muhammad Sinen mengungkapkan, sempat ada kendaraan yang membawa pasien menuju rumah sakit tertahan akibat penutupan jalan tersebut. Hal itu menjadi alasan dirinya meminta massa aksi segera membuka akses jalan.
“Saya marah karena mereka tutup jalan. Saya minta jalan dibuka karena ada mobil yang membawa orang sakit ke rumah sakit sempat tertahan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, apabila aksi demonstrasi kembali disertai pemblokiran jalan, maka proses penanganannya akan diserahkan kepada aparat kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Jika demonstrasi masih disertai pemblokiran jalan, maka akan diproses sesuai aturan hukum,” lanjutnya.
Muhammad Sinen menambahkan, tuntutan masyarakat Kelurahan Bobo saat ini telah diproses oleh pihak kepolisian. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Sebagai Wali Kota, saya berkewajiban menjaga agar aktivitas masyarakat di Kota Tidore Kepulauan tetap berjalan kondusif,” katanya.
Aksi demonstrasi masyarakat Kelurahan Bobo dipicu dugaan tindakan rasisme yang berkembang di media sosial maupun di tengah masyarakat. Massa aksi mendesak Sultan Tidore hadir memberikan penjelasan terbuka terkait sejarah masyarakat Bobo dari perspektif Kesultanan Tidore.
Massa aksi juga meminta Polresta Tidore menjelaskan perkembangan laporan terhadap akun media sosial bernama “D’Facto” yang diduga menyebut masyarakat Bobo sebagai orang Papua.







![Pemberian buku “Las fortalezas de las islas Molucas” dari Wakil Duta Besar Penasehat Budaya dan Keilmuan, Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta, Diego Santiago Rivero kepada Pemda Kota Tidore Kepulauan yang dihadiri juga penulisnya Juan Carlos Rey [Foto. Ist.]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/05/2-2-300x178.jpg)
![Wakil Duta Besar Penasehat Budaya dan Keilmuan, Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta berkunjung ke Kota Tidore Kepulauan [Foto. Ist.]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/05/1-7-300x178.jpg)
![Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto [Foto. dpr.go.id]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/05/didik-mukrianto_20180512_132509-300x178.jpg)
