Lintas3.com – DPRD Kota Tidore Kepulauan mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) segera menata ulang kawasan parkir dan pintu masuk Pelabuhan Feri Galala, Kecamatan Oba Utara, guna mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor retribusi.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad, mengatakan pihaknya telah mencermati sejumlah titik sumber PAD, khususnya dari retribusi pelabuhan, yang masih berpotensi mengalami kebocoran.
“Kami telah mencermati beberapa titik yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor retribusi, namun belum terkelola secara maksimal. Karena itu kami meminta agar segera dievaluasi sehingga dapat meminimalisir kebocoran retribusi di kawasan pelabuhan,” ujarnya.
Menurut Abdurahman, pemanfaatan lahan parkir di area pelabuhan feri seharusnya dapat difungsikan secara optimal untuk mendongkrak pendapatan daerah.
Ia menambahkan, kondisi keuangan daerah yang terdampak kebijakan pemangkasan anggaran menuntut organisasi perangkat daerah (OPD) teknis bekerja lebih maksimal dalam mengelola potensi retribusi.
“Adanya kebijakan pemangkasan anggaran daerah, khususnya di Kota Tidore, sangat berdampak. Maka OPD teknis yang mengelola retribusi harus bekerja ekstra supaya keuangan daerah bisa terbantu,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan Dishub perlu lebih cermat dalam menata dan mengelola potensi sektor kepelabuhanan agar target pendapatan dari retribusi dapat tercapai.
Dalam waktu dekat, DPRD juga akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dishub dan Dispenda untuk membahas pengelolaan retribusi, termasuk rencana kerja sama dengan pihak ketiga dalam penerapan sistem e-ticketing.
“Dalam waktu dekat akan kami gelar RDP bersama Dishub dan Dispenda. Kebetulan ada juga rencana kerja sama dari pihak ketiga yang mengelola e-ticketing, sehingga akan kami diskusikan bersama,” pungkasnya.







![DPR telah resmi mengesahkan Perppu Pemilu menjadi UU, [Foto depok.pikiran-rakyat.com]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/04/1-300x178.jpg)



