Lintas3.com – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama instansi terkait menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Benteng Oranje, Ternate, Minggu (22/02/2026). Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Pemprov Malut, Sri Haryanti Hatari, mengatakan Ternate menjadi barometer ketersediaan pangan di Maluku Utara.
“Ternate adalah barometer Maluku Utara. Jika stok di Ternate aman, maka ketersediaan di kabupaten/kota lain biasanya akan mengikuti. Kami juga memastikan distribusi dari distributor terus dipantau agar tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya.
GPM tersebut merupakan kolaborasi antara Pemprov Malut, Pemerintah Kota Ternate, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara, dan Perum Bulog Ternate.
Sri menegaskan, GPM bukan sekadar upaya menekan lonjakan harga, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan pokok selama momentum keagamaan.
Kegiatan serupa direncanakan akan digelar di 10 kabupaten/kota lainnya melalui rangkaian Safari Ramadan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan GPM.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan meski terjadi fluktuasi harga menjelang hari raya.
“Stok pangan saat ini masih aman. Kami mengimbau masyarakat untuk belanja bijak, yaitu membeli sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan bersama dan membantu mengendalikan inflasi,” katanya.
Untuk menekan harga, selain melibatkan Bulog Ternate, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Malut turut menggandeng pemasok komoditas pokok, khususnya bawang, rica, dan tomat.
Plt Kepala Disperindag Malut, Roni M. Saleh, menyatakan kerja sama tersebut bertujuan agar harga jual di lokasi GPM berada di bawah harga pasar.
“Kami mendatangkan langsung pemasok agar masyarakat bisa mendapatkan akses bahan pangan yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa kembali akan dilaksanakan pada 7 Maret 2026 di Kota Ternate.
Berdasarkan data di lapangan, harga sejumlah kebutuhan pokok yang ditawarkan dalam GPM antara lain beras SPHP Rp12.000 per kilogram, Minyakita Rp15.000 per liter, gula pasir Rp18.000 per kilogram, bawang merah Rp50.000 per kilogram, bawang putih Rp45.000 per kilogram, cabai rawit Rp75.000 per kilogram, serta cabai merah keriting Rp35.000 per kilogram.
Pemerintah berharap pelaksanaan GPM dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.








![Walikota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim (kedua kanan) menerima Audience Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun Ternate bersama Panitia Simposium [Foto. Ist.]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/05/Walikota-Tidore-Kepulauan-Capt.-Ali-Ibrahim-kedua-kanan-menerima-Audience-Dekan-Fakultas-Ekonomi-dan-Bisnis-Universitas-Khairun-Ternate-bersama-Panitia-Simposium-Foto.-Ist-300x178.jpg)


