Lintas3.com, Sofifi – Aktivitas penyeberangan ferry di Pelabuhan Galala, Sofifi, akan terhenti sementara mulai Kamis, 15 Januari 2026, menyusul dilakukannya pekerjaan pemeliharaan lantai dermaga.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan Nomor 550/74/06/2026 tentang Penutupan Sementara Pelabuhan Penyeberangan Galala. Surat resmi yang diterbitkan pada 12 Januari 2026 itu menjadi dasar penghentian sementara seluruh aktivitas penyeberangan di pelabuhan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan, Marsaid Idris, menjelaskan penutupan dilakukan demi efektivitas dan kelancaran proses pemeliharaan dermaga. Ia menegaskan langkah ini bersifat sementara dan bertujuan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jasa pelabuhan.
Selama masa penutupan, seluruh aktivitas kapal ferry dari Ternate menuju Halmahera dialihkan ke pelabuhan penyeberangan lain. Untuk sementara, pelayanan angkutan penyeberangan dilayani melalui Pelabuhan Penyeberangan Sidangoli.
Penutupan sementara ini mendapat respons dari Yadi, salah satu sopir Trans Halmahera. Ia menilai kebijakan tersebut berdampak pada pendapatan harian dirinya dan ratusan sopir lainnya yang bergantung pada aktivitas di Pelabuhan Galala.
Meski demikian, Yadi berharap proses pemeliharaan dapat berjalan lancar dan segera rampung agar aktivitas penyeberangan serta roda perekonomian di Pelabuhan Penyeberangan Galala dapat kembali normal.









![Seorang pemuda ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di bawah kolom jembatan Wai Maka Kecamatan Sulabesi Tengah Kabupaten Kepulauan Sula [Foto. Riski]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/05/99-300x178.jpg)

![[Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada para pendukung yang berkumpul di luar kediamannya setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden Turkiye di distrik Kisikli di Istanbul. Foto. Kantor Pers Kepresidenan].](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/05/88-300x178.jpg)