Lintas3.com – Seorang istri anggota polisi yang bernama Ayuni Umagapi mengaku telah ditelantarkan oleh suaminya selama satu tahun lebih.
Oknum anggota polisi itu bernama Briptu WS dan kini telah bertugas di Polres Pulau Morotai.
Ayuni mengemukakan, awal penelantaran itu terjadi pada Maret 2024 lalu. Saat itu, dalam bulan Ramadhan, ia bersama suaminya, Briptu WS tinggal di rumah dinas Sekolah Polisi Negara (SPN) Sofifi.
Namun, suaminya ingin pulang kampung ke Halmahera Selatan untuk berpuasa bersama orang tuanya. Sehingga, Briptu WS memilih mengantar Ayuni ke rumah orang tua Ayuni di Sofifi.
“Dia antar saya ke rumah orang tua saya di Sofifi. Dia bilang ke ibu saya bahwa dia titip saya. Nanti dia balik dari Bacan baru dia ambil saya,” ungkap Ayuni, Minggu (6/4/2025).
Dua hari Ramadan, lanjut Ayuni, suaminya kembali dari Halmahera Selatan, namun tidak lagi mengambil dirinya.
Hal itu membuat ibu Ayuni mendatangi Briptu WS di rumah dinas SPN Sofifi untuk menanyakan maksud Briptu WS yang tidak lagi datang mengambil Ayuni istrinya. Namun, Briptu WS menjawab, orang tuanya tidak ingin menjadikan Ayuni sebagai istrinya.
Padahal, kata Ayuni, dirinya bersama Briptu WS itu telah menikah pada September 2023, baik nikah secara dinas maupun nikah agama.
Ayuni mengaku, saat ditelantarkan itu, dirinya sedang hamil empat bulan dan suaminya itu masih bertugas di SPN Sofifi.
“Dan pada Oktober 2024 itu saya melahirkan dan anak kami saat ini berusia enam bulan,” tutur Ayuni.
Menurut Ayuni, hingga kini dirinya bersama anaknya yang baru lahir itu tidak lagi dinafkahi oleh suaminya.
Saat melahirkan, lanjut Ayuni, dirinya telah berupaya menghubungi suaminya namun tidak ada hasil karena suaminya sulit dihubungi.
Ayuni mengemukakan, atas kejadian ini, dirinya juga pernah memasukan pengaduan ke Polda Malut pada Mei 2024. Namun hingga kini tidak ada hasil. Bahkan, dari pihak Polda meminta agar dirinya kembali menyelesaikan masalah tersebut secara baik-baik dan secara kekeluargaan.
Untuk itu, Ayuni berharap kepada Kapolda Maluku Utara untuk memberi keadilan terhadap dirinya dan anaknya. Karena sudah setahun lebih, dirinya ditelantarkan.
“Saya cuma ingin minta keadilan untuk saya dan anak saya. Saya juga hanya ingin Briptu WS menafkahi anak saya saja,” harap Ayuni.







![Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Safia Ali Ibrahim menerima hadiah Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Maluku Utara [Foto. Ist.]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/11/Ketua-TP-PKK-Kota-Tidore-Kepulauan-Hj.-Safia-Ali-Ibrahim-menerima-hadiah-Lomba-10-Program-Pokok-PKK-Tingkat-Provinsi-Maluku-Utara-1-300x178.jpeg)

![Rakor secara virtual Pemkot Tdore Kepulauan dan para perwakilan bidang kepanitiaan lokal Hari Nusantara dan Kemenhub, di ruang rapat Walikota Tidore, Senin (30/10/2023). [Foto. Ist]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/10/2-8-300x178.jpg)
![Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen menghadiri acara pengukuhan dan peresmian paguyuban Pasundan Siliwangi di Sofifi, Senin (30/10/2023) [Foto. Ist.]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/10/1-10-300x178.jpg)
