Lintas3.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara (Maut), Dwi Putra Indrawan menyampaikan, puluhan lembar uang yang diduga palsu berhasil diidentifikasi Bank Indonesia (BI) beredar di Maluku Utara selama tahun 2024.
“Uang palsu berdasarkan laporan yang kami terima dari Perbankan sekitar 37 lembar”, kata Dwi Putra Indrawan kepada awak media, Selasa (31/12/2024).
Dia menjelaskan, sepanjang 2024, uang yang dikeluarkan pihaknya sebesar Rp3,9 Triliun, dan teridentifikasi palsu hanya 37 lembar.
“Perbandingannya sangat kecil, karena kita mengeluarkan sebesar Rp3,9 Triliun (2024), Sementara yang diidentifikasi palsu hanya 37 lembar,” kata Dwi Putra.
Menurutnya, temuan tersebut tidak ada hubungannya dengan kasus pencetakan uang palsu yang dilakukan di Sulawesi Selatan baru-baru ini.
Dia juga mengimbau masyarakat dapat dengan mudah membedakan ciri-ciri uang rupiah asli dengan uang yang diragukan keasliannya. Di antaranya dengan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
Meski itu lanjutnya, yang bisa menyatakan uang itu palsu atau asli hanya dari pihak perbankan. Olehnya, Dia meminta masyarakat dapat melaporkan kepada perbankan maupun menyimpannya jika menemukan uang yang diragukan keasliannya.







![Penyambutan Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Yakub Husain di pemubnukaan kegiatan pekan Syawal HPPT Talaga [Foto. Ist]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/04/1-5-300x178.jpg)
![Walikota Tidore Kepulauan Capt H. Ali Ibrahim bersama Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen serta jajarannya [Foto. Ist.]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/04/1-4-300x178.jpg)

![NURHAYATI Arifin dan Sekretaris DPC PKB Tikep, Amirudin Abdul Kadir saat Uji Kelayakan dan Kepatuhan Bacaleg PKB Tidore Kepulauan di Kantor DPC PKB Tikep. [Foto. Ist.]](https://lintas3.com/wp-content/uploads/2023/04/111-300x178.jpg)
