Jazirah Indonesia – Provinsi Maluku Utara disebutkan memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar. Energy terbarukan seperti panas bumi, hidro, tenaga surya dan biomassa.
Untuk biomassa, dapat dihasilkan dari hutan dengan cara penanaman kayu energi. Jika industry terpadu hutan kayu dijalankan secara optimal, maka hasil yang mungkin dicapai Maluku Utara tahnu 2023 adalah ekonomi yang mandiri dengan tingkat pengangguran yang sangat rendah.
Energi panas bumi di Maluku Utara terdapat pada beberapa lokasi, energy ini adalah energi yang bersifat ramah lingkungan dan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan misalnya sebagai energy listrik dan tujuan pariwisata.
Menurut Ir. H Tjatur Sapto Edy, MT, potensi itu selain akan mencipatakan pendidikan yang berkualitas yang ditopang dengan sentra-sentra penelitian, juga memperlebar tujuan pariwisata dunia.
Potensi energy terbarukan tersebut, disebutkan dalam artikel Danur Lambang Pristiandaru (kompas.com), Kamis (18/1/2024), dimana Layanan Informasi dan Investasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Lintas EBTKE) besutan Kementerian ESDM menyebutkan, potensi energi terbarukan di Maluku Utara mencapai sekitar 4,134 GW.
EBTKE mengungkap potensi energi terbarukan di Provinsi Maluku Utara menurut jenis sumbernya. Energi minihidro dan mikrohidro: 24 megawatt (MW) Energi surya: 3,03 GW Energi angin atau bayu: 504 MW Panas bumi: 576 MW.
H Tjatur Sapto, yang pernah meninjau langsung hal terkait di Maluku Utara menyebutkan bahwa, potensi panas bumi yang cukup besar contoh seperti di Halmahera Barat, namun belum memberikan pertumbuhan ekononomi bagi msyarakat sekitar.











