Jazirah Indonesia – Untuk mematangkan persiapan pembangunan Bandara Loleo di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba kembali menggelar rapat bersama dengan manajemen PT Bags Indonesia Jaya (BIJ), perusahaan yang menangani mega proyek Bandara Loleo.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir usai pertemuan bersama manajemen PT. BIJ menjelaskan, selain infrastruktur fisik, pihak investor yang menangani proyek bandara juga dilibatkan dalam proyek pembebasan sisa lahan bandar udara tersebut.
Adapun skema kerjasama Pemprov bersama PT. BIJ ini menggunakan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU.
“Jadi investor tidak hanya bangun bandaranya saja tapi mereka juga akan membangun tempat wisata di sekitar bandara, dan pelabuhan,” kata Samsuddin A. Kadir, Senin (29/5/2023).
Samsuddin bilang, selain mematangkan rencana pembangunan bandara, rapat bersama gubernur juga membahas mengenai regulasi yang mengatur kawasan bandara. Regulasi ini akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Gubernur atau Pergub.
“Setelah penyusunan pergub selesai kita akan menandatangani MoU, jadi pergub itu soal pembebasan lahan, kalau soal harga tanah nanti di sesuaikan. Kita berharap ini bisa berjalan dengan baik sehingga proses pekerjaan secepatnya dilaksanakan,” akhirinya.











Komentar